Sleman, 13 Oktober 2025 — Suasana sore di Resto Andrawina, Komplek Situs Ratu Boko, terasa hangat dan penuh semangat ketika lebih dari 100 pemandu wisata dari berbagai divisi HPI DIY berkumpul dalam acara Sarasehan Budaya bertajuk “Bedah Jejak Situs Ratu Boko.”Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PT Yudhistira Mahadana Sampurna (YMS), Taman Wisata Candi (TWC), dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Acara yang berlangsung pada Senin, 13 Oktober 2025 pukul 15.00–19.00 WIB ini menjadi wadah penting untuk memperkuat pengetahuan budaya dan sejarah para pemandu wisata, khususnya tentang Situs Ratu Boko, salah satu situs arkeologi paling bersejarah di Yogyakarta. 🏛️ Rangkaian Acara Acara dibuka oleh Janu sebagai MC, anggota Divisi Bahasa Indonesia HPI DIY, dilanjutkan dengan beberapa sambutan dari tokoh penting yang turut hadir, antara lain: Anis Suci Fajarwati, CEO PT Yudhistira Mahadana Sampurna Ratno Timoer, General Manager Prambanan dan Ratu Boko Roy Pardede, Ketua DPD HPI DIY Sudayat, Ketua Divisi Bahasa Indonesia HPI DIY Dalam sambutannya, Roy Pardede menekankan pentingnya sinergi antara pemandu wisata, pengelola destinasi, dan pihak swasta dalam menjaga sekaligus mempromosikan warisan budaya bangsa. “Pemandu wisata bukan sekadar penyampai informasi, tapi juga penjaga nilai-nilai budaya yang hidup di balik setiap situs bersejarah,” ujar Roy. Selanjutnya, Gilang dari Putra Boko dan tim TWC memberikan paparan menarik tentang strategi pemasaran dan potensi pengembangan wisata di kawasan Ratu Boko. 🎙️ Bedah Jejak Bersama Fransiskus Asisi Suharyanto Acara inti menghadirkan Fransiskus Asisi Suharyanto, pemilik kanal YouTube ASISI, sebagai narasumber utama.Dengan gaya penyampaian yang santai namun mendalam, Fransiskus membedah jejak sejarah, arkeologi, dan filosofi di balik situs Ratu Boko, sekaligus mengajak para pemandu untuk memahami narasi sejarah dari perspektif baru. Sesi ini dipandu oleh Restu Blangkon, Ketua DPD HPI Jawa Tengah, yang menjadi moderator acara.Para peserta tampak antusias dan aktif berdiskusi, menanyakan berbagai hal mulai dari konteks sejarah hingga interpretasi simbol-simbol yang ada di situs tersebut. 🍽️ Malam Keakraban dan Sendratari Usai sesi materi, acara dilanjutkan dengan dokumentasi bersama, kemudian ditutup dengan makan malam dan pertunjukan sendratari yang menampilkan Cerita Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso menjadi penutup manis dalam kegiatan sarasehan ini. 🤝 Sinergi dan Harapan Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan sejarah para pemandu wisata, tetapi juga mempererat hubungan antara HPI DIY, pengelola situs, dan pelaku industri pariwisata.Dengan total 109 peserta anggota HPI DIY dari berbagai bahasa, kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat kolaborasi lintas sektor demi kemajuan pariwisata Yogyakarta. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan, agar para pemandu semakin siap membawa wisatawan tidak hanya berkunjung, tapi juga memahami makna di balik setiap destinasi,” ujar Sudayat, Ketua Divisi Bahasa Indonesia HPI DIY. 📸 Dokumentasi kegiatan Sarasehan Budaya “Bedah Jejak Situs Ratu Boko” dapat dilihat di galeri website pemanduwisatajogja.com.